Tentang kota kembang

Sudah banyak buku-buku panduan tentang Bandung dari segi sejarah, budaya, lingkungan, bahkan panduan belanja dan kuliner kota Bandung. Sebut saja misalnya Semerbak Bunga di Bandung Raya (1986) dan Jendela Bandung (2008). Pada Bulan Maret 2009 bertempat di Gedung Merdeka diluncurkan buku Wisata Bumi Cekungan Bandung. Seperti tercermin dari judul bukunya jangan harap ada panduan belanja fesyen dan kuliner di Bandung. Ini adalah sesuatu yang lain, geowisata atau wisata bumi.

Buku ini adalah panduan geowisata bentang alam di dan seputar Cekungan Bandung. Bandung di sini berarti Bandung Raya yang meliputi wilayah administratif Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat. Keterkaitan bangun alam di daerah-daerah tersebut tidak mengenal wilayah administratif, tetapi mempunyai sejarah geologi yang panjang meskipun relatif muda dibanding umur Bumi.

Dengan membaca buku ini kita dituntun membaca sejarah geologi lingkungan Bandung dari membaca bentang alam yang nampak sekarang. Buku diawali dengan pendahuluan sejarah singkat Cekungan Bandung, mengenai proses terbentuknya serta alam dan manusia yang mengisinya. Ketika buku ini saya perlihatkan kepada seorang sepuh Ua Bandung, beliau menangis setelah membaca fragmen Bujangga Manik menyusuri beberapa tempat di Jawa Barat dan perjalanan di kawasan Cekungan Bandung. Beliau katakan bahwa T. Bachtiar dan Budi Brahmantyo kasurupan Bujangga Manik. Dalam artian penghargaan kepada mereka berdua telah menulis fragmen Bujangga Manik. Rupanya Ua Bandung sedang meneliti Bujangga Manik apakah ada hubungannya dengan Prabu Limansenjaya yang dimakamkan di Cipancar-Limbangan. Bujangga Manik adalah tohaan (pangeran) dari Pakuan Pajajaran sekira akhir abad ke-15 atau awal abad ke-16 yang melakukan perjalanan keliling P. Jawa dan juga singgah di Bali.

Setelah Bagian Pendahuluan terdapat sembilan panduan jalur wisata bumi yang disebut Geotrek. Masing-masing dirancang untuk sehari perjalanan bolak-balik dari Kota Bandung (one day excursion), meliputi daerah dalam semua arah mata angin dengan berkendaraan dan juga berjalan kaki. Gambaran dari geotrek-geotrek tersebut:

Geotrek 1:  Perjalanan di komplek Gunung Tangkuban Parahu. Gunung yang melegenda ini merupakan anak Gunung Sunda (terbangun 300.000 tahun lalu) dan cucunya G. Jayagiri atau Gunung Pra Sunda yang terbangun antara 560.000 – 500.000 tahun yang lalu. Legenda Sangkuriang erat dengan proses terjadinya G. Tangkuban Parahu, legenda ini paling tidak sudah dikenal pada akhir abad ke-15 dari lontar Bujangga Manik yang tersimpan di Inggris.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: